Terlepas dari plus minus pemilihan hacker di atas, kita dapat melihat hacker dari dunia mereka sendiri, maksudnya bagaimana hacker melihat dunianya dan menilai pihak di luar sana. Seorang hacker yang bernama The Mentor pernah menulis pada sebuah dokumen, "The Conscience of a Hacker" (Hati Nurani Seorang Hacker). Berikut cuplikan yang kerap disebut "Manifesto Hacker" itu :
"Inilah dunia kami .... dunia elektron danswitch, beauty of the baud. Kalian menyebut kami penjahat, karena kami menggunakan layanan yang sudah ada tanpa membayar, padahal layanan itu seharusnya sangat murah jika tidak dikuasai oleh orang-orang rakus. Kami kalian sebut penjahat. Karena kami gemar menjelajah. Kami kalian sebut penjahat .... karena kami mengejar ilmu pengetahuan. Kami ada tanpa warna kulit, tanpa kebangsaan, tanpa bias agama, tapi bagi kalian kami penjahat.
Sedangkan kalianlah yang membuat bom nuklir, mengobarkan peperangan, membunuh, berbuat curang, berbohong dan berusaha membuat kami percaya bahwa itu semua demi kebaikan kami. Ya aku adalah penjahat. Kejahatanku adalah keingintahuanku. Kejahatanku adalah menilai orang berdasarkan perkataan dan pikiran mereka, dan bukan berdasarkan penampilan mereka. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sebuah dosa yang tak akan bisa kalian ampuni. Aku adalah hacker, dan inilah manifestoku. Kau bisa menghentikan semuanya. Bagaimanapun juga, kami semua sama.
The Mentor, 1986
Tidak ada komentar:
Posting Komentar